Stretch Mark Pada Ibu Hamil Atasi dengan Bahan Alami

stretch mark pada ibu hamil

Stretch mark pada ibu hamil terjadi akibat kulit yang mengalami peregangan selama kehamilan. Bagi sebagian besar wanita stretch mark menjadi beban tekanan emosional dan psikologis. Karena perubahan ini dapat merusak penampilan tubuh, sehingga dapat mengurangi rasa percaya diri.

Kemunculan stretch mark bagi ibu hamil sata mengganggu kualitas hidup. Yang mana kemunculan tersebut dapat timbul rasa gatal dan terbakar, sehingga ibu hamil mengalami tidak nyaman.

Bentuk striae seperti kumpulan garis dengan lebar sekitar 2-5 cm. Pada awal timbul dengan warna merah muda, kemudian berubah menjadi lebih gelap. Kemudian setelah melahirkan beberapa bulan atau tahun stretch mark menyamar seperti warna kulit sekitar, namun warnanya lebih pucat.

Bagian Tubuh yang Mengalami Stretch Mark saat Hamil

Terdapat beberapa bagian tubuh yang dapat mengalami Stretch mark saat hamil. Adapun bagian tubuh yang sering terkena stretch mark atau striae gravidarum seperti pada bagian bokong, perut, paha, punggung, payudara, selangkangan, dan lipatan siku. Penyebabnya ialah karena memiliki jaringan lemak yang menumpuk terutama selama kehamilan.

Pada wanita yang memiliki profesi dalam bidang kecantikan atau model. Stretch mark saat hamil merupakan bentuk penampilan sangat menakutkan. Bentuk stretch mark ialah seperti garis-garis berwarna merah keunguan maupun kehitaman yang muncul pada permukaan kulit.

Karena bentuk inilah yang membuat para ibu mengalami tekanan psikologis dan emosional. Tidak jarang para ibu menutup diri atau menghindar dari lingkungan biasanya, karena tidak percaya diri dengan bentuk tubuh yang banyak memiliki stretch mark. Dukungan suami dan orang terdekat sangat penting, agar ibu terhindar dari stres.

Faktor Resiko Stretch Mark saat Hamil

Hampir semua ibu hamil pasti memiliki bekas stretch mark selama masa kehamilan. Hal ini terjadi karena berat badan ibu hamil semakin meningkat, karena pengaruh adanya janin dalam kandungan. Pengaruh hormon dan kebutuhan nutrisi bagi ibu dan janin menjadi dasar berat badan ibu hamil meningkat.

Selain itu diet atau pola makan yang berlebihan juga dapat membuat ibu hamil mengalami obesitas. Secara tidak langsung obesitas akan membuat stretch mark pada ibu hamil semakin parah.

Kemudian juga terdapat faktor resiko lain penyebab ibu hamil mengalami stretch mark. Adapun faktor resiko tersebut ialah :

  • Hamil pada usia muda
  • Riwayat keluarga striae graviarum
  • Berat badan lebih sebelum hamil
  • Berat badan lebih selama hamil
  • Kurang aktivitas olahraga
  • Peningkatan berat badan janin

Tanda-Tanda Kemunculan Stretch Mark pada Ibu Hamil

Stretch mark akan muncul pada ibu hamil yang memiliki tingkat resiko lebih tinggi. Namun hampir semua hamil tetap memiliki bekas strestch mark ini. Berikut terdapat tanda awal kemunculan striae selama masa kehamilan.

Bumil telah memiliki memasuki kehamilan trimester kedua dan ketiga. Pada priode ini perut ibu hamil semakin membesar karena volume rahim yang semakin meningkat. Setiap orang memiliki elasitas kulit berbeda-beda, semakin elsastis kulit maka semakin sedikit pula terjadi stretch mark.

Awal mula timbul striae berwarna merah muda, semakin makin warnanya akan semakin gelap. Begitu juga bentuk pola garis, semakin lama batas garis striae semakin tegas. Stretch mark juga mengalami rasa gatal maupun terbakar, terutama pada awal kemunculan.

Pertumbuhan lemak yang semakin tinggi pada beberapa bagian tubuh seperti payudara, bokong, serta paha. Peningkatan ini dapat memicu dan mengawali terbentuk stretch mark. Hal ini sangat sesuai dengan kondisi ibu hamil yang mana memiliki peningkatan pertumbuhan lemak pada payudara, bokong dan paha.

Stretch mark berangsung berwarna pucat setelah poses melahirkan. Penyebabnya ialah terjadi hipopigmentasi akibat atropi pada kulit tersebut. kemunculannya sejajar dengar garis stretch mark dengan bentuk seperti bekas luka, keriput, dan putih.

Cara Mengatasi Stretch Mark pada Ibu Hamil

Pada saat ini telah banyak pengobatan yang bisa ibu hamil gunakan untuk mengatasi stretch mark saat hamil. Tetapi lakukan pengobatan sebaiknya setelah masa persalinan. Karena beberapa pengobatan memilki kemungkinan pengaruh terhadap kesehatan janin.

Pengobatan Stretch Mark dengan Bahan Alami

Gunakan bahan yang aman untuk ibu dan janin. Biasanya bahan alami ini mampu mencegah dan mngurangi stretch mark secara berlebihan. Walaupun masih kurang artikel ilmiah yang menyatakan bahwa penggunaan bahan alami ini dapat mengatasi stretch mark. Bahan alami untuk mengatasi stretch mark adalah:

  • Minyak zaitun atau minyak kelapa
  • Lidah buaya, timun, tomat
  • Putih telur
  • Parutan kunyit, bawang putih
  • Serta air perasan lemon dan madu.

Cara penggunaannya ialah dengan menghaluskan bahan tersebut kemudian oleskan pada bagian tubuh yang timbul strech mark. Bahan-bahan ini aman bumil gunakan selama masa kehamilan. Sebaiknya lakukan rutin minimal satu kali per hari.

Secara logika bahan-bahan alami tersebut dapat memberi kelembapan yang tinggi bagi kulit. Oleh karena itu, kulit lembap dan kaya nutrisi akan mengurangi proses terjadinya atropi. Walaupun tidak mengatasi sampai 100%, namun cara ini jika bumil lakukan rutin sejak awal kehamilan dapat mengurangi timbulnya stretch mark berlebihan.

Pengobatan Konvensional

Pada saat sekarang telah banyak pengobatan modern untuk mengatasi stretch mark pada ibu hamil. Tetapi melakukan pengobatan sebaiknya setelah masa kehamilan. Karena dapat beresiko terjadi gangguan kesehatan janin.

Biasanya dokter kulit melakukan treatment setelah persalinan. Adapun pengobatan konvensional ini dapat berupa krim lotion maupun laser. Karena berhubungan dengan kecantikan biasanya pengobatan ini menghabiskan biaya yang lebih banyak. Berikut ini pengobatan modern striae gravidarum pada ibu hamil adalah:

  • Fraksi Laser, mengatasi stretch mark dengan laser memang memberikan hasil yang memuaskan. Tetapi melakukan program laser harus secara bertahap. Operator dan alat yang digunakan juga harus memenuhi standar ijin praktek dan BPOM. Efek buruk penggunaan laser ialah timbul hiperpigmentasi kulit pada area laser.
  • Mengoleskan krim tretinoin 0,1% setiap hari selama 3 bulan, dapat mengurangi timbulnya lesi stretch mark. Tetapi memiliki efek samping seperti eritema dan bersisik.
  • Mengoleskan krim tretinoin 0,05% dengan asam glycolic 20% selama 12 minggu pada bagian paha dan perut dapat membuat kulit menjadi lebih elastis. Namun efek sampingnya ialah dapat mengalami iritasi kulit sampai dermatitis.

Pengobatan dengan cara konvensional harus selalu dalam pengawasan dokter. Hindari penggunaan obat selama kehamilan.

Pencegahan Stretch Mark pada Ibu Hamil

Pencegahan stretch mark bertujuan agar tidak meluas atau mencegah timbul secara berlebihan. Terdapat beberapa pencegahan yang bisa bumil lakukan seperti menjaga pola makan, menjaga berat badan supaya tidak lebih, dan menggunakan krim pelembab.

Yang mana beberapa pelembap tersebut dapat membantu mencegah pembentukan striae gravidarum. Berikut ini terdapat beberapa rekomendasi bahan untuk mencegah timbul striae gravidarum yang dapat ibu hamil gunakan.

  • Oleskan krim Troflastin dengan ektrak tanaman Centella Asiatica setiap hari mulai sejak 12 minggu sempai melahirkan.
  • Begitu juga dengan campuran krim vitamin E dan kolagen hidrolisat, lakukan setiap hari sejak usia kehamilan 12 minggu sampai melahirkan.
  • Gunakan kombinasi krim Hidroxyprosilane-C, minyak rosehip, Centella Asiatica, dan vitamin E. Cara penggunaannya ialah 2 kali sehari sejak usia kehamilan lebih dari 12 minggu.
  • Mengoleskan minyak zaitun 2 kali sehari, tanpa dengan pemijatan.
  • Memilih krim alfastria (asam hialuronat, allantoin, vitamin A, vitamin E, dan kalsium pantotenat). Penggunaan nya hanya beberapa menit setiap hari pada bagian resiko terjadinya stretch mark. Dapat bumil mulai pada awal trimester kedua sampai 3 bulan setelah melahirkan.
  • Krim Verum (vitamin E, asam lemak esensial, panthenol, asam hialuronat, elastin dan mentol). Cara oleskan pada bagian stretch mark sejak usia kandungan 20 minggu.
  • Lotian cocoa butter mulai usia kandungan minggu 12-18
  • Minyak almond, oleskan mulai usia kandungan 19-32 minggu setiap hari sampai melahirkan

Penggunaan cara minyak atau krim tersebut kurang lebih sama, yaitu oleskan pada bagian stretch mark. Mengoles secara rutin mulai masa kehamilan rata-rata usia 12 minggu sampai melahirkan.

Beberapa bahan mudah bumil temukan seperti minyak zaitu dan tanaman Centella Asiatica. Kedua bahan ini sangat baik untuk kesehatan kulit, terutama saat mengatasi stretch mark.

Oleh karena itu, stretch mark pada ibu hamil tidak berbahya bagi kesehatan ibu maupun janin. Namun hanya mengganggu penapilan bumil setelah melahirkan. Tidak jarang sebagian wanita merasa sangat depresi dengan timbulnya stretch mark secara berlebihan. Dengan adanya artikel ini, semoga bumil dapat mencegah dan mengatasi timbulnya stretch mark secara berlebihan.

Tinggalkan Balasan