Posisi Tidur yang Baik untuk Ibu Hamil Sesuai Anjuran Medis

Posisi Tidur yang Baik untuk Ibu Hamil

Adapun posisi tidur yang baik untuk ibu hamil sangat penting untuk menjaga kesehatan. Sedangkan posisi tidur yang salah dapat meningkatkan resiko terjadinya kematian janin. Selain itu posisi yang salah juga dapat mengganggu aliran darah (heodinamik) bumil, kemudian mempengaruhi janin.

Posisi tidur secara terlentang pada kehamilan trimester ketiga berperan terjadinya bayi lahir mati. Untuk itu penting informasi bagi ibu hamil mengenai cara tidur yang baik untuk ibu hamil selama akhir kehamilan.

Selain itu juga terdapat beberapa gangguan tidur yang dapat ibu hamil rasakan. Seperti gangguan napas selama tidur, mengorok (sleep apnea), kualitas tidur kurang, serta insomnia. Semua gangguan tersebut dapat memberikan efek negatif bagi kesehatan bumil dan janin.

Berbagai artikel ilmiah menyatakan dampak buruk gangguan tidur bagi ibu hamil, salah satunya ialah artikel ilmiah yang Louise M O’Brien dan Jane Warland tulis. Dalam artikel tentang posisi tidur ibu hamil tersebut menyatakan terdapat hubungan gangguan tidur dengan terjadinya bayi lahir mati, hipertensi, diabetes gestational, dan pertumbuhan janin terhambat.

Posisi Tidur Ibu Hamil

Bumil harus tahu posisi tidur yang baik untuk ibu hamil, sesuai dengan anjuran dokter. Ikutilah rekomendasi cara tidur yang baik untuk ibu hamil agar terhindar dari gangguan kesehatan ibu dan janin. Berikut ini terdapat informasi tentang posisi tidur beserta alasanya.

Tidak Boleh Tidur Terlentang

Pada saat ibu hamil tidur terlentang dapat menurunkan curah jantung. Sehingga terjadilah penurunan suplai darah menuju janin melalui utero-plasenta, akibat uterus ibu hamil menekan vena cava inferior. Penekanan ini dapat mengakibatkan ibu mengalami sindrom hipotensi, sehingga terjadinya penurunan aliran darah dari ibu ke janin.

Dampak buruk hipotensi pada ibu hamil dapat mengakibatkan pertukaran gas menjadi turun. Selain itu juga terjadi suplai nutrisi dari ibu ke janin terhambat. Bila terjadi secara kronis atau lama mengakibatkan gangguan pertumbuhan janin dalam kandungan atau kematian.

Bagi ibu yang tidur posisi terlentang dapat membuat saturasi oksigen janin berkurang. Selain itu juga terdapat perubahan aliran darah yang menuju ke otak janin terhambat. Sehingga janin mengalami hipoksia. Pada kondisi ini bila janin tidak mendapatkan pertolongan yang tepat, maka janin bisa mengalami kematian.

Posisi Tidur Miring ke Kiri

Adapun cara tidur yang baik untuk ibu hamil ialah miring ke kiri selama kehamilan terutama saat trimester kedua dan ketiga. Posisi ini bertujuan agar vena cava inferior yang menyuplai darah ke janin tidak terdesak oleh uterus yang semakin besar. sehingga mencegah penurunan curah jantung ibu dan gangguan perfusi ke rahim.

Aliran aliran ini merupakan satu-satunya ases yang menghubungkan ibu dan janin. Darah yang mengalir membawa oksigen dan nutrisi tergantung dari sistem aliran darah ibu. Selain itu, posisi ini juga mencegah desakan organ hati oleh lambung bumil.

Ketika dalam keadaan tidur, bumil tidak sadar akan posisi tidurnya. Sehingga tidak jarang yang awalnya posisi cara tidur yang baik untuk ibu hamil miring ke kiri dsehingga berubah terlentang. Untuk mencegah posisi terlentang, bumil dapat menggunakan bantal sebagai penyangga.

Sangat banyak ibu hamil yang masih belum mengetahui tentang posis tidur yang benar. Hal ini akibat dari kurangnya pengetahuan tentang cara tidur yang baik untuk ibu hamil maupun kurangnya promosi kesehatan bagi ibu hamil. Namun juga terdapat ibu hamil yang kurang informasi dari sumber internet yang terpecaya.

Gangguan Tidur pada Ibu Hamil

Ibu hamil memiliki waktu istirahat atau tidur lebih banyak dari pada wanita normal. Hal ini wajar karena ibu hamil memiliki tanggungan kesehatan janin yang masih dalam kandungan. Namun juga terdapat beberapa kasus ibu hamil sulit memulai tidur maupun tidak dapat tidur atau insomnia.

Kondisi gangguan tidur ini sangat fatal bagi kesehatan ibu dan janin. Bila gangguan tidur berlangsung lama tanpa ada pengobatan, maka dampak buruk bagi janin dapat terjadi. Efek buruk bagi jani yang pernah tercatat ialah gangguan pertumbuhan janin serta kematian janin dalam kandungan.

Sebelum efek ini terjadi sebaiknya ibu hamil harus konsultasi dengan dokter atau bidan. Konsultasi terhadap masalah yang terjadi dan lakukan kontrol terhadap janin. Pastikan janin dalam keadaan baik-baik aja.

Tidur Berkualitas Bagi Ibu Hamil

Kebutuhan tidur ibu hamil secara umum ialah sekitar 8-10 jam per hari. Sebagian besar waktu tidur ini bumil gunakan pada malam hari. Adapun cara mengetahui tidur yang berkualitas yaitu dengan tidak ngantuk pada pagi hari serta merasakan badan segar dan fit. Berikut ini terdapat tips agar ibu hamil terhindar dari gangguan tidur.

  • Konsumsi susu hangat sebelum tidur, hal ini berguna untuk tubuh merasakan rileks
  • Membasuh kaki dengan air hangat atau air garam juga membantu tubuh menjadi lebih rileks
  • Mengatur cahaya ruangan dalam keadaan redup
  • Jangan konsumsi kafein seperti kopi, teh, dan cokelat. Kafein sendiri dapat membuat sulit untuk tidur.
  • Hindari kebiasaan buruk diatas tempat tidur seperti (membaca, menggunakan gadget, menonton TV)
  • Gunakan tempat tidur hanya untuk aktivitas seks dan tidur
  • Jangan olah raga atau aktivitas fisik berat menjelang tidur

Selain memperhatikan posisi tidur yang baik untuk ibu hamil, juga cegah terjadinya gangguan tidur. Bila ibu hamil merasakan adanya gangguan tidur, maka sebaiknya pratekan tips tidur yang baik tadi. Jika tidak mampu tertangani dengan baik, maka konsultasilah kepada dokter spesialis kandungan.
Sebaiknya hindari penggunaan obat tidur selama masa kehamilan. Semoga informasi tentang posisi tidur yang baik untuk ibu hamil ini dapat bermanfaat bagi bumil.

Tinggalkan Balasan