Perkembangan Bayi 6 Bulan yang Sehat

perkembangan bayi 6 bulan

Samagz.com, perlu mengetahui bahwa perkembangan bayi 6 bulan merupakan masa golden period. Pada masa ini terjadi proses mielinisasi sel sarat serta sinaps, sehingga menunjang perkembangan otak. Selama dalam masa keemasan ini bayi dapat dengan mudah menyerap informasi.

Bagi ibu cerdas sebaiknya dapat memaksimalkan potensi anak terutama pada tahun pertama kehidupan. Dengan cara memberikan kualitas nutrisi yang baik, status gizi baik, pola asuh benar, serta stimulasi bayi 6 bulan secara tepat agar mencapai kemampuan optimal.

Selain itu pada masa kritis ini bayi 6 bulan juga dapat meningkatkan resiko kecacatan dan gangguan kesehatan lain. Karena perkembangan otak meningkat pada tahun pertama, hindari mengguncang kepala bayi secara keras. Perilaku tersebut membuat cedera pada otak akibat berbenturan dengan tengkorak kepala bayi.

Keadaan yang paling buruk dapat terjadi bila bayi mengalami kekurangan gizi. Karena dampak buruk dari gizi buruk bersifat permanen sampai bayi beranjak dewasa. Adapun dampaknya ialah intelektual (IQ) kurang, ganguan kesehatan mental, mudah terserang penyakit infeksi, dan gagal tumbul.

Gangguan tumbuh kembang anak pada tahun pertama dapat mengurangi sel otak. Sehinga bayi berpengaruh mengalami gangguan perkembangan psikomotor, kognitif, dan perilaku sosial. Oleh karena itu penting bagi ibu cerdas untuk mengetahui program perkembangan dan pertumbuhan bayi usia 6 bulan secara benar.

Tumbuh Kembang Bayi 6 Bulan

Terdapat berbagai pengaruh tumbuh kembang bayi 6 bulan seperti genetik dan lingkungan. Selain itu juga memiliki faktor penghambat dan penujang. Oleh karena itu, memberikan kondisi lingkungan yang tepat dapat menunjang proses tumbuh kembang secara optimal.

Orang tua mana yang tidak senang apabila proses tumbuh kembang bayi 6 bulan berjalan baik. Salah satu langkah awal bagi orang tua ialah pemberian ASI. Adapun kandungan ASI sendiri memiliki beragam jenis makronutrien dan mikronutrien yang sesuai dengan kebutuhan bayi.

Sesuai anjuran dokter, sebaiknya memberikan ASI ekslusif selama 6 bulan pertama. Kemudian melanjutkan ASI sampai bayi atau anak berusia 2 tahun. Setelah usia 6 bulan baru memperkenalkan bayi dengan makanan padat. Cara mengenalnya perlahan-lahan sampai pada usia 1 tahun lebih baru bayi dapat makan dengan menu makanan keluarga.

Melakukan program ASI ekslusif dan mpasi secara benar dapat menunjang kebutuhan nutrisi cukup pada bayi. Dampak positifnya ialah bayi bebas dari gagal tumbuh dan gangguan perkembangan. Selain itu bayi juga memiliki daya tahan tubuh yang baik, demi mempertahankan tubuh dari serangan kuman.

Perkembangan Bayi Umur 6 Bulan

Perkembangan yang pertama kali merupakan penantian bagi semua orang tua. Adapun perkembangan tersebut seperti senyum pertama, memegang pertama, kata pertama, jalan pertama, dan kalimat pertama. Pada pemantauan perkembangan pertama kali ini sangat penting, karena sebagai penentuan proses berkembang selanjutnya.

Terdapat pola perkembangan bayi umur 6 bulan sama setiap individu, namun memiliki kecepatan yang berbeda-beda. Hal ini berdasarkan intentsitas pemberian stimulasi. Semakin dini dan sering memperkenalkan, maka semakin cepat pula bayi berkembang. Sedangkan pola perkembangan setiap bayi selalu sama mengikuti pola umum secara teratur dan berkesinambungan.

Betapa pentingnya perkembangan bayi umur 6 bulan yang termasuk dalam golden age ini. Yang mana bayi atau anak harus memiliki kondisi lingkungan kondusif serta pemberian stimulasi cukup. Kemudian selalu memantau perkembangan, jika terdapat penyimpangan sekecil apapun harus mendapatkan intervensi untuk menuju perkembangan bayi optimal.

Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini

Pada proses perkembangan kognitif anak usia dini memiliki banyak faktor. Seperti faktor genetik, nutrisi, stimulasi terutama pada kecerdasan otak. Terdapat beberapa zat nutrisi yang berguna sebagai penunjang perkembangan otak seperti AA (arachidonic acid) dan DHA (decosahexaenoic acid), kolin, iodium dan zat besi. Adapun pertumbuhan otak bayi sangat cepat pada 6 bulan pertama selanjutnya melambat.

Perkembangan kognitif anak usia dini berlangsung pesat bermula dalam kandungan sampai beberapa bulan setelah lahir. Oleh kare itu, bagi ibu cerdas harus mengkonsumsi sumber makan kaya nutrisi pada saat hamil dan menyusui. Pada saat hamil dan 6 bulan pertama bayi, sumber gizi bayi bersal dari tubuh ibu.

Dalam usia 10 bulan pertama bayi mengalami perkembangan kognitif bertahap. Seperti pada bulan pertama bayi memiliki reaksi refleks. Selanjutnya pada umur 1-4 bulan mulai aktif bergerak dan menciptakan situasi. Kemudian usia 4-10 bulan bayi sudah dapat bereaksi terhadap objek dan mulai mngerti arti tubuh dan lingkungan.

Berdasarkan milestone terdapat beberapa perkembangan kognitif usia 3-6 bulan. Yang mana bayi mulai berminat pada lingkungan, dan minat pada mainan. Kemudian bayi berusaha meraih benda dalam jangkauan agak jauh, serta tingginya tingkat eksplorasi suatu benda dengan tangan atau mulut.

Motorik Kasar Bayi 6 Bulan

Perkembangan motorik kasar merupakan tahap perkembangan gerak dan tubuh. Sekitar usia 6 bulan, bayi mulai hilang refleks primitif yang timbul saat lahir seperti (Rooting, Moro, dan Palmar grap). Kemudian berganti dengan gerakan yang memiliki tujuan.

Beberapa motorik kasar bayi 6 bulan yang dapat ibu perhatikan. Ketika melakukan bayi duduk secara sengaja atas lantai, maka bayi dapat duduk tanpa bantuan. Kemudian bayi bisa membalikan badan atau berguling untuk meraih suatu benda. Bayi dapat mengontrol kepala sebelum posisi tengkurap.

Motorik Halus Bayi 6 Bulan

Kemampuan motorik halus yang dapat ibu tes ialah memindahkan suatu benda dari tanganya. Pada proses perkembangan normal, selain melakukan memindah barang dia juga sudah dapat memasukan balok dalam gelas. Walaupun balok sudah dia masukan secara baik, namun dia tidak bisa mengambilnya kembali.

Perkembangan Personal Sosial

Dalam kelompok umur 3-6 bulan terdapat beberapa macam bentuk perkembangan personal sosial yang dia tunjukan. Yang mana bayi lebih menyukai ibu atau orang yang selalu mendampingi dirinya, serta hubungan orang tua dan anak meningkat. Selain itu bayi dapat berekspresi seperti tersenyum, tertawa, berteriak dan ekspresi gembira. Bayi bereaksi ketika saat melihat makanan dan bercermin. Tidak jarang juga bayi menunjukan perilaku berceloteh sendiri.

Perkembangan Bahasa Bayi 6 Bulan

Bayi belajar bahasa secara bertahap. Seperti pada perkembangan bahasa bayi 6 bulan yang mana menujukan respon terhadap sumber suara. Perkembangan ini harus mampu bayi lakukan maksimal pada usia 9 bulan. Jika melebihi waktu tersebut dapat memastikan bahwa perkembangan bahasa tahap selanjutnya juga terhambat.

Pertumbuhan Bayi 6 Bulan

Laju pertumbuhan bayi 6 bulan semakin pesat. Secara berat badan dan panjang badan bayi laki-laki lebih besar dari pada bayi perempuan. Seperti pada kurva pertumbuhan who panjang badan payi perempuan antara 61-70 cm sedangkan laki-laki 63-72 cm. Perbedaan sekitar 1-2 cm antar kedua jenis kelamin berdasarkan panjang badan.

Sedangkan berat badan bayi laki-laki sekitar 6,4-9,9 kg, dan bayi perempuan memiliki berat 5,7-9,3 kg. Perhitungan berat badan ini berdasarkan kurva pertumbuhan WHO. perlu ibu berapa sih pertumbuhan bayi usia 6 bulan secara ideal.

Adapun panjang badan normal bayi laki-laki usia 6 bulan ialah 67,5 cm, sedangkan perempuan 66 cm. Dan berat badan normal bayi laki-laki ialah 7,9 kg, sedangkan berat badan bayi perempuan 7,3 kg. Mengukur pertumbuhan bayi 6 bulan ini berdasarkan usia.

Tabel Perkembangan Bayi 6 Bulan

Semua bayi memiliki pola perkembangan yang umum. Yang mana pola tersebut berkesinambungan antara satu dengan yang lain. Selain itu setiap perkembangan juga akan memimpin perkembangan selanjutnya. Berikut ini terdapat tabel perkembangan bayi 6 bulan secara normal.

tabel perkembangan bayi 6 bulan
Tabel perkembangan bayi 6 bulan

Perkembangan bayi usia 6 bulan merupakan proses berlngsung dari awal konsepsi sampai meninggal. Dan perkembangan juga berlangsung dari umum menuju spesifik, seperti gerakan tubuh bayi yang bermula dari kepala, badan, lengan dan kaki berujung sampai jari jemari.

Kurva Pertumbuhan WHO Bayi 6 Bulan

Siapa sih yang belum tahu kurva pertumbuhan WHO ini. Bagi ibu cerdas harus tahu, karena kurva ini dapat membantu memantau pertumbuhan bayi. Terdapat beberapa kurva berdasarkan fungsinya dan kegunaannya.

Kurva ini memiliki 2 kategori yaitu penggunaan untuk jenis kelamin laki-laki dan perempuan. Pilihan warna kurva yang biru menandakan penggunaan untuk laki-laki, sedangkan merah muda untuk perempuan. Kurva pertumbuhan WHO untuk bayi 6 bulan download disini

Selanjutnya memiliki pembagian kelompok umur dan fungsi. Kurva pertumbuhan WHO memiliki fungsi untuk mengukur berat badan, panjang badan, lingkar kepala, lingkar lengan atas, status gizi, dan ketebalan kulit. Penggunaan nya juga sangat mudah hanya menarik garis usia bayi dan kondisi parameter bayi sekarang.

Pada kurva terdapat warna garis hijau, kuning, merah, dan hitam. Garis hijau menandakan kondisi bayi dalam badan normal, garis kuning bayi dalam resiko tingkat rendah atau hati-hati. Sedangkan garis merah merupakan kondisi parameter bayi yang berbahaya harus mendapatkan intervensi medis.

Tinggalkan Balasan