Perkembangan Bayi 5 Bulan, Kapan Bayi Bisa Tengkurap ?

Samagz.com, perkembangan bayi 5 bulan mulai dapat membalikan badan atau tengkurap serta bangkit duduk dengan kepala tegak. Namun gerakan duduk bayi belum sempurna, jadi harus ada bantuan dari orang lain. Kemudian secara perlahan-lahan bayi akan mempelajari gerakan tersebut sampai dapat melakukan secara mandiri.

Secara umum bayi 5 bulan mulai banyak berinteraksi dengan visual atau kontak mata. Salah satu interaksi visual ialah ketika bayi bermain dengan manik-manik dan mengamatinya. Selain itu si kecil sudah dapat menoleh arah bunyi lonceng atau kericikan.

Tumbuh Kembang Bayi 5 Bulan

Selama proses tumbuh kembang bayi 5 bulan, orang tua harus tahu beberapa alat yang dapat membantu pemantauan. Adapun alat yang bisa orang tua gunakan ialah Kurva WHO pada pemantau pertumbuhan, sedangkan Denver II untuk memantau perkembangan bayi.

Penggunaan kedua alat bantu tersebut juga dilakukan oleh dokter atau pusat kesehatan, karena fungsi dan penggunaan yang sederhana dan praktis. Sebagai ibu cerdas harus tahu dan bisa menggunakannya demi menghindari bayi gagal tumbuh ataupun terjadinya gangguan perkembangan.

Tumbuh Kembang bayi 5 bulan sendiri bergantung dari pola asuh, gizi, genetik, lingkungan, dan stimulasi. Selain faktor genetik, semua faktor tersebut dapat mempengaruhi proses tumbuh kembang bayi. Jadi pilihlah sumber gizi yang berkualitas yang sesuai kebutuhan bayi.

Perkembangan Bayi di Usia 5 Bulan

Terdapat 4 aspek dalam menilai perkembangan bayi di usia 5 bulan. Adapun aspeknya ialah motorik kasar, motorik halus, bahasa dan personal sosial. Ke 4 aspek ini sudah terpapar pada tes skrining perkembangan Denver II. Cara menggunakan Denver II sangat mudah hanya manarik garis sesuai umur bayi.

Denver II perkembangan bayi 5 bulan
Denver II perkembangan bayi 5 bulan

Kemudian perhatikan 3 bagian sebelum melewati garis dan 3 bagian setelah garis lewat. Lakukan tes tersebut pada bayi atau anak, berikan tanda ceklis bila dapat melakukan nya dan silang bila gagal. Perhatikan bagian kotak berwarna dan kosong, bagian berwarna artinya hampir sebagian besar bayi berhasil melakukunya. Sedangkan pada kotak area kosong menandakan bahwa bayi masih boleh gagal tes karena masih memiliki waktu untuk belajar.

Aspek Perkembangan Bayi 5 Bulan yang Sehat

Pertama perhatikan garis perkembangan bayi 5 bulan yang sehat pada Denver II, yang mana aspek personal sosial bayi sudah mampu melakukan mengamati tangannya, tersenyum, dan membalas senyuman. Garis tersebut juga melawati kotak area kosong berusaha meraih makanan.

Kedua pada tes motorik halus perkembangan bayi di usia 5 bulan sudah dapat melakukan mengamati manik-manik, tangan bersentuhan, serta memegang kericikan. Namun bayi 5 bulan belum sempurna melakukan meraih suatu benda atau dalam tahap belajar.

Ketiga merupakan aspek motorik kasar pada perkembangan bayi 5 bulan yang sehat harus dapat melakukan bangkit duduk kepala tegak dan membalikan badan (tengkurap). Pada bagian ini mewakili bagian tubuh besar seperti kepala, badan, dan anggota gerak (lengan, kaki). Bila bayi berhasil melakukan tes tersebut menandakan sistem persarafan sudah berkembang sampai menuju bagian perifer.

Dan terakhir memperhatikan aspek bahasa selama perkembangan bayi di usia 5 bulan. Karena aspek ini menggambarkan bentuk komunikasi, penggunaan skrining tes ini pada usia 5 bulan juga untuk mencegah terjadinya speech delay dan dapat menanggulangi sejak dini.

Tes yang berhasil bayi 5 bulan lakukan ialah menoleh ke arah bunyi lonceng atau kericikan, berteriak, tertawa. Namun bayi belum dapat melakukan menoleh kearah suara atau masih dalam tahap belajar. Secara perlahan-lahan dengan sering memberikan stimulasi agar bayi dapat melakukannya.

Ibu harus tahu ciri-ciri gangguan perkembangan bayi 5 bulan uang sehat berdasarkan tes Denver II. Bila keterlambatan perkembangan berjarak jauh dengan usianya, maka ibu perlu konsultasi kepada dokter anak. Pengobatan atau intervensi sejak dini pada bayi atau anak yang mengalami gangguan perkembangan memiliki tingkat berhasil jadi normal lebih besar.

Kapan Bayi Bisa Tengkurap

Sering para ibu bertanya, sebenarnya kapan bayi bisa tengkurap. Secara ilmu perkembangan bayi tengkurap termasuk dalam pekembangan motorik kasar bayi. pada umur bayi 5 bulan sampai 6 bulan sudah mampu tengkurap. Apabila masih belum dapat melakukanya, ibu harus sering stimulasi tengkurap.

Ciri-ciri awal bayi siap berguling atau tengkurap ialah sering menggerakan lengan dan kaki serta menggeser badannya. Pada saat ini ibu harus membantu bayi melakukan tengkurap dengan cara membalikan badan dia secara perlahan. Selalu mengawasi bayi yang sedang belajar tengkurap, karena tengkurap sendiri dapat meningkatkan resiko kematian mendadak atau SIDS (Sudden Infant Death Syndrome).

Lakukan tengkurap hanya beberapa menit setiap 1 kali stimulasi. Kemudian lakukan sesering mungkin ketika saatnya bayi bermain. Jangan lupa ajak bayi berbicara dan bercanda “ciluk ba” ketika bayi dalam posisi tengkurap, supaya bayi terasa nyaman. Selain itu juga dapat meletakkan mainan di depan agar si kecil belajar mengangkat kepala dan menopang badan dengan lengannya.

Dapat melakukan belajar tengkurap sejak umur baru lahir. Tetapi pada usia ini bayi belajar tengkurap pada badan ibu. Perlahan-lahan seiring bertambahnya usia bayi baru belajar tengkurap di atas alas empuk kemudian lanjut ke alas keras. Namun harus sering melatih tengkurap pada usia bayi 5 bulan.

Pertumbuhan Bayi 5 Bulan

Pertumbuhan bayi umur 5 bulan meliputi berat badan, panjang badan, lingkar kepala, lingkar lengan atas, IMT dan lipatan kulit. Adapun berat bayi baru lahir (BBBL) normal ialah 2500-3500 gram, selanjutnya dalam 5 bulan bayi memiliki berat 2 kali lipat berat setelah lahir.

perkiraan berat badan bayi
perkiraan berat badan bayi

Adapun berat badan ideal bayi laki-laki ialah 6-9,3 kg, sedangkan bayi perempuan ialah 5,4-8,2 kg. Pada panjang badan bayi laki-laki usia 5 bulan ialah 62-70 cm, sedangkan bayi perempuan 60-69 cm. Dan lingkar kepala bayi laki-laki sekitar 41,5-43,8 cm, sedangkan pada bayi perempuan 40,2-42,8 cm.

Selain itu pertumbuhan bayi 5 bulan juga dapat mengukur lingkar lengan atas (lila), indeks massa tubuh (IMT) dan lipatatan kulit. Secara idealnya lila bayi laki-laki 13-15,2 cm, sedangkan lila bayi perempuan 12,5-14,8 cm. Sedangkan IMT (kg/m2) bayi laki-laki 16-18,8, sedangkan perempuan 15,4-18,4. Dan ketebalan lipatan kulit laki-laki 6,3-8,8 mm, sedangkan bayi perempuan 6,1-8,9 mm.

Rentang normal tersebut berdasarkan dari kurva WHO. Yang mana penggunaan kurva ini untuk bayi baru lahir sampai usia 59 bulan. Sedangkan dokter anak di Indonesia juga menggunakan kurva ini sebagai panduan dalam menghitung gizi bayi dan anak. Kurva WHO memiliki desain sederhana dan mudah menggunakannya sekalipun itu orang awam.

Cara Merawat Bayi 5 Bulan

Pada umumnya cara merawat bayi 5 bulan ialah memperhatikan kebutuhan pokok bayi yaitu makanan, BAB, tidur dan tumbuh kembang bayi. Selama kebutuhan tersebut terpenuhi secara baik, maka melakukan perawat bayi dapat dengan mudah. Selain itu perhatikan juga kebutuhan kasih sayang bayi terutama perhatian ibu.

Proses tumbuh kembang bayi termasuk dalam cara merawat bayi 5 bulan, karena termasuk dalam masa keemasan bayi. Pemberian stimulasi dan gizi menjadi tolak ukur agar tumbuh kembang tidak terganggu. Sebaiknya orang tua memberikan yang terbaik pada si kecil. Pilihan terbaik tersebut dapat mengikuti anjuran pakar kesehatan seperti jenis makanan dan cara stimulasi khususnya untuk bayi 5 bulan.

Pilihan Makanan Pokok Bayi 5 Bulan

Memilih makanan pokok bayi 5 bulan pemerintah serta organisasi kesehatan seperti WHO menganjurkan air susu ibu (ASI). Pemberian ASI seharusnya sampai bayi berusia 6 bulan penuh tanpa memberikan makanan tambahan termasuk susu formula. Pemberian air putih sebagian pendapat memperbolehkan apabila dalam jumlah kecil.

Kandungan ASI cukup untuk kebutuhan nutrisi sampai bayi berusia 6 bulan. Selain itu ASI juga berfungsi melancarkan perncernaan, mencegah konstipasi, penunjang maturasi usus dan manfaat baik lainya. Jika terdapat kontra indikasi bayi seperti faktor ibu menderita penyakit infeksi ataupun bayi mengalami reaksi alergi ASI, maka boleh memberikan bayi baru lahir minum susu formula.

Pola BAB Bayi 5 Bulan

Adapun pola BAB bayi tergantung dari jenis makanan yang si kecil konsumsi. Bila kualitas dan jenis makanan yang tidak sesuai dengan kondisi pencernaannya, maka si kecil dapat mengalami konstipasi ataupun diare. Kedua gangguan ini dapat mengakibatkan bayi sakit sehingga meningkatkan resiko gangguan tumbuh kembang.

Gejala konstipasi bayi ialah :
  • Jumlah BAB kurang 3 kali dalam seminggu
  • Konstitensi tinja berbentuk keras
  • Merasakan tinja keras pada bagian perut bawah sebelah kiri
  • Pada colok dubur teraba tinja keras
Gejala diare bayi ialah :
  • Frekuensi BAB lebih 3 kali dalam sehari
  • Konstitensi tinja cair
Kebutuhan Tidur Bayi 5 Bulan

Kebutuhan tidur bayi 5 bulan beragam, namun kebiasaan tidur tambahan bayi ialah pada pagi dan siang hari. Perilaku tidur tersebut dapat menghasilkan hormon pertumbuhan dan mencegah kehilangan energi berlebihan. Usia bayi yang masuk 5 bulan membuat aktivitasnya semakin meningkat, sehingga para ibu harus bisa membujuk bayi untuk tidur terutama ada siang hari.

Adapun kebutuhan waktu tidur bayi 5 bulan ialah sekitar 14 jam. Ibu cerdas dapat membagi 3 waktu tidur bayi, supaya bayi tidak menganggu pada malam hari. Biasakan bayi tidur setelah waktu berjemur cahaya matahari pagi sekitar 2 jam. Kemudian pada siang hari setelah bayi makan dan bermain selama 3 jam. Sisa nya gunakan waktu tersebut untuk bayi pada malam hari.

Waktu tidur bayi bulan pada malam hari ialah pukul 8 atau 9 malam. Jika sesuai kebutuhan tidur bayi yang 9 jam lagi, maka bayi bangun ketika pukul 4 atau 5 pagi. Pada pukul ini rata-rata orang dewasa bangun, sehingga bayi tidak menggangu waktu istirahat keluarga.

1 tanggapan pada “Perkembangan Bayi 5 Bulan, Kapan Bayi Bisa Tengkurap ?”

  1. Pingback: Perkembangan Bayi 7 Bulan, Sudah Dapat Duduk dan Berkata - samagz

Tinggalkan Balasan