Perkembangan Bayi dari 0 Bulan Sampai 1 Bulan

Perkembangan Bayi dari 0 Bulan

Samagz.com, perkembangan bayi 0 bulan atau baru lahir berlangsung sampai usia dewasa. Selama proses perkembangan terdapat beberapa faktor yang mempengaruhinya seperti genetik, lingkungan, serta pola asuh. Setiap orang tua dapat mengetahui sejauh mana bayi mengalami perkembangan selama 1 bulan terakhir.

Terdapat 4 aspek yang menjadi tolak ukur bayi dalam proses perkembangan seperti personal-sosial, motorik harus-adaptif, bahasa, serta motorik kasar. Terdapat chart menjadi alat screening dalam melihat perkembang bayi mulai sejak lahir sampai berusia 6 tahun. Tingkat kecerdasan memiliki pengaruh pada perkembangan bayi, penting bagi ibu untuk selalu support bayi terutama pada usia tahun pertama.

Penglihatan dan Pendengaran pada Perkembangan Bayi 0 Bulan

Bayi pertama kali merasakan dunia luar setelah berada dalam kandungan ibu beberapa organ belum dapat berfungsi dengan baik. Walaupun organ tersebut sudah matur sejak dalam kandungan, namun membutuhkan waktu untuk berkembang seperti mata. penglihatan bayi pada awal kehidupan masih kabur sampai bayi berumur 10-12 minggu.

Berbeda dengan perkembangan pendengaran, yang mana sejak dalam kandungan usia janin yang sudah tua dapat mendengar suara ibu atau lingkungan terdekatnya. Ketika bayi lahir organ pendengaran dapat berfungsi dengan baik jika dalam kondisi normal. Pada usia 3 minggu bayi sudah dapat membedakan suara dari ibu, ayah, atau orang terdekatnya.

Personal Sosial pada Perkembangan bayi 0 Bulan

Perkembangan personal merupakan kemampuan individu dalam permasalahan dari dalam dirinya sendiri seperti kebiasaan (habit, kepribadian, watak, dan emosi). Personal setiap individu berbeda-beda walaupun kembar identik sekalipun, hal ini karena manusia sendiri merupakan makhluk unik.

Sedangkan perkembangan sosial merupakan kemampuan seorang indinvidu beradapatasi atau pemecahan masalah dengan lingkungan atau orang lain. Kemampuan tingkat sosialisasi seseorang sangat pberpengaruh terhadap pola asuh dan pengalaman selama dalam lingkungan sosial.

Saat proses menyusui sering merasakan bayi berperilaku aneh hal ini berguna untuk mendekati batin antara ibu dan anak seperti cooing (bahasa ibu dan bayi), menendang kaki, tersenyum, dan teratawa. Hal ini karena ibu berperan besar dalam proses belajar serta memahami emosional, rasa percaya, khawatir, percaya diri, bangga, persahabatan serta humor.

Bayi berusia 0-1 bulan hal yang ibu amati ialah pada personal sosial ialah bayi sudah mampu sempurna menatap wajah orang lain terutama ibu. Selanjutnya mulai belajar tersenyum dan membalas tersenyum.

Gerakan Motorik Halus pada Perkembangan bayi 0 Bulan sampai 1 Bulan

Perkembangan motorik ialah perilaku atau gerakan bagian tubuh yang dapat terkontrol sesuai dengan koordinasi dari saraf dan anggota tubuh (otot, mata, tangan, serta jari). Pada umumnya motorik dapat berfungsi baik setelah bayi dapat mengontrol kepala atau mengangkatnya.

Motorik halus yang dapat ibu amati pada bayi berusia 0-3 bulan ialah menahan barang yang bayi pegang, mengambil mainan yang bergerak, serta penasaran dan manggapai barang yang tiba-tiba menjauh dari jarak pandangan bayi.

Perkembangan Motorik Kasar

Pada perkembangan ini yang ibu nilai ialah gerakan dan postur tubuh. Pada saat bayi baru lahir kepala belum dapat terkontrol. Siring bertambahnya waktu otot serta sendiri leher semakin kuat sehingga bayi dapat belajar mengangkat kepala.

Berdasarkan denver II bayi pada usia awal kehidupan sudah belajar mengangkat kepala. Pada saat bayi telungkup kepala sudah mampu terangkat walaupun hanya sebentar, dan terlentang gerakan seimbang hal ini menandakan bayi tidak mengalami keterlambatan berkembang terutama motorik kasar.

Perkembangan Bahasa

Bahasa merupakan alat komunikasi antara setiap individu dengan individu lain. Bahasa dalam bentuk vokal dengan respon suara mengikuti perintah. Alat komunikasi dapat berupa suara atau berbicara, mimik wajah, atau gerakan. Bayi belajar bahasa mulai dari kecil sampai bermur dewasa. Awalnya bayi berkomunikasi dengan melalui perilaku sebagai penanda seperti menangis atau rewel yang mana bayi memberitahu tentang rasa lapar, sakit, atau BAB.

Ibu atau orang tua harus mampu mengenali bahasa bayi terutama perilaku-perilaku tertentu seperti saat lapar. Pada umur 0 sampai 1 bulan bayi sudah mampu penuh bersuara dan bereaksi terhadap lonceng. Pada usia ini juga bayi belajar untuk berbicara dengan penggunaan minimal kata, seperti bersuara oooaaah.

Bayi memiliki tingkat perkembangan yang berbeda-beda. Namun perlu ibu ketahui perkembangan bayi dari 0 bulan sampai 1 bulan merupakan faktor penentu dalam perkembangan selanjutnya. apakah bayi mengalami keterlambatan atau tidak. Jangan ragu konsultasi kepada dokter spesialis anak ketika anak ibu mengalami keterlambatan dalam berkembang. Semoga informasi ini bermanfaat.

Tinggalkan Balasan