Paracetamol untuk Ibu Hamil Aman Bagi Kandungan

paracetamol untuk ibu hamil

Paracetamol merupakan obat yang berfungsi untuk menurunkan panas dan menghilangkan rasa nyeri. Obat ini termasuk dalam golongan obat yang bebas beredar atau dapat membeli tanpa menggunakan resep dokter. Penggunaan PCT atau paracetamol untuk ibu hamil biasanya pada kondisi demam disertai batuk, nyeri kepala, sakit gigi, flu, dan nyeri sendi.

Pamol atau pct untuk ibu hamil merupakan pilihan utama dalam mengobati ibu hamil yang menderita nyeri dan demam. Obat ini termasuk dalam kategori B berdasarkan United State Food and Drug Administration (US FDA). Penggunaan obat ini tidak menimbulkan efek buruk pada janin, jika sesuai anjuran dokter.

Jenis produk paracetamol telah banyak beredar. Selain itu juga memiliki beragam merek, bentuk, dan rasa. Adapun jenis pct untuk ibu hamil terdapat dalam bentuk tablet, sirup, injuksi, supuratif, dan beragam rasa buah . Biasanya paracetamol sirup dengan cita rasa dari buah teruntuk anak-anak.

Penggunaan Paracetamol untuk Ibu Hamil

Adapun dosis yang boleh bumil gunakan ialah 500-1000 mg setiap 4-6 jam. Dosis maksimal paracetamol untuk ibu hamil ialah 4 gram per hari. Bumil dapat mengonsumsi paracetamol melalui oral. Konsumsi setelah makan, supaya obat cepatĀ  menyerap. Selain itu juga dapat melindungi lambung dari zat kimia dari obat ini.

Selain itu pct untuk ibu hamil juga tersedia dalam bentuk injeksi melalui rectal, intra vena dan parenteral. Bagi ibu hamil yang mengalami demam dan nyeri ringan sampai sedang dapat menggunakan paracetamol atau pct rutin sampai sembuh. Segera hentikan konsumsi obat ini bila bumil sudah merasakan sembuh.

Kontraindikasi Paracetamol untuk Ibu Hamil

Terdapat kontraindikasi minum pct untuk ibu hamil, agar terhindar dari dampak buruk bagi kesehatan bumil. Adapun kontraindikasi tersebut ialah penderita yang memiliki riwayat alergi pct, kerusakan hati, serta penurunan fungsi hati.

Tidak ada obat yang 100% aman dari efek samping, hal ini berlaku juga pada paracetamol. Obat ini memiliki efek samping berupa ngantuk. Selain itu kenali juga ciri-ciri overdosis paracetamol. Gejala atau ciri tersebut ialah bumil tampak pucat, mual, muntah, anoreksia, nyeri perut, asidosis metabolik, dan ganguan metabolisme glukosa.

Penggunaan paracetamol dengan alkohol secara bersamaan dapat beresiko terjadi kerusakan hati. Oleh karena itu hindari konsumsi alkohol maupun makanan yang tinggi mengandung alkohol seperti durian, tape, anggur merah, dan produk fermentasi.

Hal Yang Perlu Ibu Hamil Ketahui Sebelum Mengonsumsi Paracetamol

Setiap obat paracetamol untuk ibu hamil konsumsi harus berdasarkan rekomendasi dokter. Konsumsi dengan cara tanpa ada pengawasan oleh dokter meningkatnya resiko terjadi overdosis. Bahaya penggunaan paracetamol atau pamol untuk ibu hamil lebih dari dosis maksimal harian dapat meningkatkan resiko terjadinya kerusakan hati.

Sebaiknya lakukan pengobatan demam atau nyeri pada hamil hanya menggunakan satu jenis obat. Jangan gunakan obat kombinasi bila hanya mengalami gejala ringan sedang. Bila mengalami sakit parah maka ikuti intruksi dokter yang merawat. Berikut ini hal yang perlu ibu hamil tahu sebelum konsumsi paracetamol.

Pahami Resiko Interaksi Obat dengan Makanan

Walaupun paracetamol tergolong dalam obat bebas dan aman untuk ibu hamil. Maka perlu ketahui resiko interaksi pct dengan beberapa jenis makanan, terutama makanan atau minuman yang mengandung alkohol. Jenis makanan ini bercampur dengan paracetamol, akan meningkat terjadinya resiko hepatoksik atau kerusakan hati.

Perhatikan Dosis Paracetamol atau PCT untuk Ibu Hamil

Dosis anjuran bagi pamol untuk ibu hamil ialah 500-1000 mg setiap 4-6 jam. Sebaiknya bumil harus memilih batas minimal setiap minum paracetamol yaitu 500 mg. Kemudian hindari penggunaan paracetamol dalam jangka waktu lama, karena dapat mengganggu fungsi hati.

Makan Sebelum Konsumsi Paracetamol

Hampir sebagian obat-obatan konvensional memiliki resiko menggangu lapisan lambung. Oleh karena itu lebih baik mencegah gangguan lambung dengan makan sebelum mengonsumsi obat khususnya paracetamol.

Pada dasarnya paracetamol atau pamol untuk ibu hamil aman selama mengonsumsi sesuai dengan anjuran dokter. Penggunaan paracetamol pada trimester pertama, kedua, dan ketiga aman bagi ibu hamil. Namun penggunaan obat-obatan pada trimester pertama harus seminimal mungkin. Hal ini bersiko terjadinya gangguan maupun kerusakan janin.

Jangan pernah minum paracetamol dalam jumlah maksimal sekaligus. Karena dosis tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan hati bumil dan menggangu janin. Bagilah dosis paracetamol untuk ibu hamil harian ialah 4-8 kali sehari. Selain itu gunakan paracetamol hanya ketika mengalami gejala demam atau nyeri. Ketika gejala sudah sembuh maka paracetamol tidak perlu lagi ibu hamil minum.

Tinggalkan Balasan