Obat Flu untuk Ibu Hamil

Obat Flu untuk Ibu Hamil

Selama masa kehamilan, apapun yang terjadi pada tubuh ibu hamil akan berdampak juga pada janin. Sedangkan flu dan demam dapat membahayakan kesehatan janin serta dapat juga terjadi keguguran. Maka oleh karena itu, bumil harus mendapatkan penanganan yang tepat. Salah satunya menggunakan obat flu untuk ibu hamil yang aman selama kehamilan.

Ibu hamil yang menderita gejala flu dan demam biasanya terinfeksi oleh berbagai patogen virus, yang mana memiliki sifat menular dari orang yang terinfeksi sebelumnya. Infeksi virus sangat bersiko bagi wanita hamil, karena pada masa ini bumil mengalami penurunan sistem imun.

Banyak virus yang bisa menginfeksi bumil, semua itu tergantung dari jenis penyakit yang ibu hamil derita. Beberapa penyakit ini berisiko membahayakan kehamilan, kecacatan fisik janin, infeksi pada janin, dan kematian janin dalam kandungan. Seperti infeksi provovirus, varisela-zooster, hapatitis, demam dengue, serta infeksi influenza.

Gejala Flu pada Ibu Hamil

Kelompok ibu hamil sangat rentan terjadinya risiko gejala flu akibat dari infeksi virus influenza. Sehingga perlu pemberian antivirus sejak awal terbukti mengalami infeksi dan melakukan pencegahan dengan vaksinasi influenza. Keduanya sangat direkomendasi karena memiliki tingkat efektif dan kemanan yang baik. Kemudian juga mengurangi terjadinya komplikasi infeksi virus influenza.

Tingkat risiko keguguran semakin besar bila infeksi terjadi pada usia kehamilan sebelum 26 minggu. Infeksi virus influenza yang mengakibatkan flu biasa pada orang normal, namun sangat berbahaya bagi ibu hamil. Adapun komplikasi infeksi virus influenza yang parah berisiko rawat inap, keguguran, hingga kematian ibu atau janin.

Pengobatan Flu untuk Ibu Hamil

Penggunaan obat flu untuk ibu hamil sebaiknya harus mendapatkan ijin dari dokter. Penggunaan obat bebas dapat berakibat buruk bagi kesehatan janin. Selanjutnya juga harus memperhatikan jumlah dosis obat flu untuk bumil.

Jika ibu hamil mengalami flu sebaiknya istirahat yang cukup, hindari kontak dengan orang lain, serta makan makanan yang sehat. Minum atau makan makanan hangat seperti susu atau sup ayam dapat meringankan gejala flu. Konsumsi makanan mengandung tinggi vitamin C dapat memproteksi diri dari dan meningkatkan kekebalan tubuh.

Jika ibu hamil mengalami flu yang yang tidak kunjung sembuh, maka mengonsumsi beberapa jenis obat flu untuk ibu hamil. Jenis-jenis obat ini bebas dan aman bumil konsumsi. Namun selalu mematuhi intruksi dari dosis dan penggunaan. Jenis obat yang aman dan dapat mengatasi flu serta demam ialah acetaminofen atau paracetamol.

Terdapat pilihan obat lain yang mengatasi flu dan demam seperti ibuprofen, ketoprofen, naproksen. Namun pilihan obat ini hanya dapat bumil gunakan pada trimester pertama dan kedua. Sedangkan penggunaan pada trimester ketiga, dapat membahayakan kesehatan janin dan terduga mengalami efek kecacatan organ pada janin.

Selama masa kehamilan, bumil wajib berkonsultasi pada dokter tentang penggunaan dan zat kimia yang aman ibu hamil gunakan. Dan jika kondisi kesehatan semakin parah akibat infeksi atau kesehatan lain, maka harus segera mendapatkan pertolongan yang tepat.

Perawatan Gejala Flu atau Demam di Rumah

Sebelum bumil mengalami gejala flu berat, sebaiknya ibu hamil dapat melakukan perawatan di rumah. Beberapa perawatan ini sesuai dengan prinsip pengobatan. Namun juga perlu mendapatkan penanganan medis jika mengalami gejala berat yang tidak kunjung sembuh.

Berikut ini perawatan flu yang bisa ibu hamil lakukan di rumah.

  • Istirahat penuh atau bed rest. Dengan mendapatkan waktu istirahat, membuat proses self healing tubuh lebih cepat;
  • Minum air yang banyak, karena dalam kondisi drop bumil mengalami kehilangan banyak cairan akibat demam atau peningkatan suhu tubuh;
  • Bisa bumil merasakan gatal kerongkongan atau batuk, dapat minum jeruk nipis dengan campuran madu;
  • Berkumur-kumur dengan air garam juga dapat mengurangi gejala batuk, pilek, flu, dan demam;
  • Makan atau minum dalam kondisi hangat seperti bubur, susu hangat, maupun sup ayam;
  • Pilihlah jenis makanan rendah serat selama sakit, hal ini supaya kerja sistem pencernaan lebih ringan. Selain itu nutrisi yang terkandung dalam makanan rendah serat juga lebih mudah proses penyerapan;
  • Melakukan kompres kepala juga membantu meredakan demam dan flu.

Mencegah Lebih Baik dari pada Mengobati

Lakukan pencegah sedini mungkin, supaya terhindar dari infeksi patogen berbahaya serta infeksi menular. Terdapat dua cara pencegahan yang ibu hamil pilih, yaitu dengan vaksinasi dan proteksi diri.

Beberapa jenis penyakit sudah terdapat vaksin yang efektif dan aman bagi ibu hamil gunakan. Seperti vaksin virus influenza, tetanus, serta hepatitis. Ketiga jenis vaksin ini sangat berisiko terjadi dalam kelompok ibu hamil.

Selain vaksin, ibu hamil juga harus proteksi diri dengan lingkungan. Caranya ialah rutin olah raga ibu hamil, makan makanan bergizi dan sehat, istirahat cukup. Selain itu selalu menggunakan masker ketika keluar rumah, terutama saat berada pada keramaian. Hindari aktivitas yang berlebihan seperti olah raga ekstrim dan angkat beban berat.

Bagi ibu hamil juga wajib hindari dari orang yang mengalami sakit, terutama penderita infeksi. Selain itu juga mengunjungi pusat kesehatan sesuai dengan kebutuhan. Rutin konsumsi multivitamin dan makanan yang mengandung antioksidan seperti buah-buahan, sayur-sayuran, bawang putih, bawang merah, dan lainya.

Perilaku cuci tangan juga dapat mengurangi risiko infeksi. Selain itu juga menggunakan postur bersin yang aman, dapat terhindar terjadinya penularan ke orang lain. Faktor stress juga mempengaruhi kekebalan tubuh. Sebaiknya hindari tingkat stres yang berlebihan saat masa kehamilan.

Waktu yang Tepat Menemui Dokter

Sejak program hamil sampai melahirkan dan menyusui, bumil cerdas harus selalu berkonsultasi dengan dokter. Dalam hal demi mencapai kesehatan ibu hamil dan janin menjadi lebih baik. Namun langkah ini juga mengurangi risiko terjadi keguguran, pertumbuhan janin terhambat, serta kematian ibu dan janin.

Berkonsultasi dengan dokter ahli dalam kebidanan dapat membuat bumil memiliki informasi yang tepat. Selain itu setiap pengambilan keputusan yang berkaitan kesehatan ibu hamil dan janin harus berdasarkan keputusan dokter. Hal ini karena tidak semua sumber makanan dan jenis obat aman bagi ibu hamil.

Dalam keadaan kondisi ibu hamil mengalami gejala flu, sebaiknya kapan menemui dokter. Beberapa gejala dan kondisi berikut ini dapat menjadi perhatian lebih bagi ibu hamil dan dokter.

  • Flu berat beserta keluar ingus berlebihan;
  • Badan panas atau demam yang tak kunjung turun setelah minum obat penurun panas;
  • Bersin-bersin yang menggangu aktivitas;
  • Nyeri kepala, nyeri dada, serta sulit bernapas;
  • Tidak nafsu makan dan mual muntah yang berat;
  • Badan lemas sampai penurunan status mental pada ibu hamil;
  • Penurunan status fisik seperti tensi, denyut nadi, laju napas, serta saturasi oksigen;
  • Keluar darah dari vagina atau jalan lahir;
  • Penurunan gerakan dan denyut jantung.

Ketika ibu hamil mengalami kondisi sulit seperti ini, maka sudah wajib bumil mengunjungi dokter atau pusat pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, jangan pernah menyepelekan kondisi kesehatan saat kehamilan.

Salah satunya gejala flu berat yang dapat memiliki komplikasi berbahaya bagi ibu hamil dan janin. Segera gunakan obat flu untuk ibu hamil, demi mengatasi gejala tersebut. Kunjungi pusat kesehatan bila mengalami flu berat serta gejala lain yang telah tersebut di atas.

Tinggalkan Balasan