Obat Batuk untuk Ibu Hamil yang Aman untuk Janin

Obat Batuk untuk Ibu Hamil

Selama proses kehamilan sistem kekebalan tubuh atau imunitas bumil menurun. Sehingga sangat mudah ibu hamil mengalami gejala batuk. Terutama saat kondisi fisik lemah, cuaca sangat ekstrim, dan dalam keadaan sakit. Oleh karena itu, penting untuk menggunakan obat batuk untuk ibu hamil.

Pemberian obat-obatan pada ibu hamil harus sangat hati-hati, karena dapat mengakibatkan efek samping bagi bumil atau janin. Penggunaan jenis obat farmasi tanpa konsultasi dengan dokter, akan meningkatkan resiko terjadinya efek bahaya bagi janin, cacat organ tubuh janin atau kerusakan bersifat menetap.

Hati-Hati Minum Obat Batuk untuk Ibu Hamil

Mengonsumsi obat batuk untuk ibu hamil harus berhati-hati pilihlah jenis obat dalam kategori aman. Selain itu penyesuain dosis seminimal mungkin, namun memiliki efek baik sesuai harapan. Ibu hamil dapat memilih menggunakan obat farmasi, apabila gejala batuk tidak sembuh setelah penanganan dengan istirahat dan obat-obatan alami.

Dalam praktik dokter biasanya akan mencari penyebab dasar dari gejala batuk yang timbul. Selanjutnya melakukan pengobatan terhadap penyebab dan gejala. Kondisi gejala batuk yang mengganggu aktivitas dan waktu tidur, harus segera mendapatkan pengobatan secara tepat.

Terdapat beberapa rekomendasi obat batuk ibu hamil secara aman, tanpa merasakan khawatir. Pengobatan gejala batuk dapat bumil mulai dengan istirahat yang cukup, konsumsi vitamin, makan makanan sehat dan bergizi, olah raga, obat alami dan terakhir memilih obat farmasi.

Langsung aja berikut ini terdapat obat batuk ibu hamil yang dapat bumil konsumsi. Simak ulasan berikut ini.

Waktu Istirahat Bagi Ibu Hamil

Pernah tidak kita berfikir bahwa setiap orang mengalami sakit berat harus melakukan rawap inap. Selain karena alasan pengobatan, ternyata istirahat yang cukup juga dapat menunjang kesehatan. Jadi langkah pertama ibu hamil bila badan kurang fit ialah istirahat yang cukup.

Waktu istirahat bagi ibu hamil ideal nya ialah 8 – 10 jam per hari. Biasanya waktu istirahat selama kehamilan cenderung berantakan. Tidak jarang bumil sulit tidur pada malam hari karena terganggu pipis msupun insomnia. Sehingga merasa kelelahan pada pagi hari, jika perilaku ini terus berlanjut maka akan berbahaya bagi kesehatan bumil itu sendiri.

Perlu mengetahui bagaimana cara agar waktu istirahat bagi ibu hamil memiliki kualitas yang optimal. Hindari kebiasaan buruk ketika menjelang tidur.
Tips Tidur Berkualitas Bagi Ibu Hamil ialah sebagai berikut:

  • Tidur sesuai jadwal
  • Gunakanlah tempat tidur hanya sebagai tempat seks dan tidur
  • Minum susu hangat sebelum tidur
  • Cuci kaki dengan air garam atau air hangat
  • Redupkan cahaya ruangan tidur
  • Hindari kebiasaan nonton TV, membaca buku, main gadget diatas tempat tidur
  • Tidur dalam posisi berpelukan dengan suami
  • Gunakan pakaian yang nyaman, dan atur suhu ruangan sesuai kebutuhan
  • Persiapkan selimut tidak jauh dari tempat tidur
  • Gunakan bantal sedikit lebih tinggi dari badan

Luangkan waktu tidur siang selama 30 sampai 60 menit per hari untuk ibu hamil. Tidur siang sendiri berguna untuk mengurangi kelelahan, relaksasi, waktu mengumpulkan energi, mengatasi nyeri kepala, meningkatkan memori, dan mencegah insomnia. Lakukan tidur siang sebaiknya setelah pukul 12:00 dan sebelum pukul 15.00 WIB.

Konsumsi Vitamin C Rutin

Vitamin C memiliki fungsi utama sebagai anti-oksidan, imunitas tubuh dan meningkatkan penyerapan nutrisi. Jarang terjadi defisiensi Vitamin C, kecuali pada ibu hamil dengan tingkat ekonomi rendah. Ciri-ciri ibu hamil mengalami defisiensi Vitamin C ialah lemah, letih, lesu, bibir kering dan pecah, gusi berdarah, dan sariawan.

Kelebihan konsumsi Vitamin C dapat meningkatkan resiko pembentukan batu oksalat pada ginjal, selain itu juga dapat terjadi diare. Saat ibu dalam masa kehamilan adapun kebutuhan Vitamin C ebanyak 85 mg per hari.Kandungan senyawa Vitamin C tinggi pada buah kiwi, jeruk, lemon, kelompok berry, ketela, jambu biji, mangga, pepaya, cabe,kubi serta brokoli.

Selain itu kandungan Vit C pada jus buah dapat berkontribusi 19% asupan harian, sedangkan sayuran berkontribusi 22%. Dalam memilih sumber makanan, sudah wajib bagi bumil konsumsi sayur dan buah agar tercukupi kebutuhan asupan harian Vit C. Sehingga imunitas tubuh ibu hami terjaga dan menjadi kuat.

Obat Batuk Ibu Hamil Berbahan Alami

Bahan alami yang mengandung antioksidan, Vit C, dan menunjang kekebalan tubuh dapat menjadi obat batuk untuk ibu hamil. Penggunaan obat alami ini merupakan rekomendasi terbaik mengobati batuk. Selain bebas kandungan zat kimia yang berbahaya bagi janin, bahan alami ini memiliki kandungan zat yang mudah tubuh bumil terima.

Beberapa bahan makanan alami yang dapat ibu hamil pilih sebagai obat batuk. Bawang dan bawang merah, kedua bawang ini memilki sumber nutrisi yang sangat baik. Konsumsi bawang satu sampai dua siu per hari dapat mencegah flu serta batuk. Campurkan dengan madu bila bumil tidak tahan dengan aroma menyengat bawang.

Minum cuka apel, sari lemon, dan jeruk nipis dapat meningkatkan tahan tubuh. Konsumsi perhari sebanyak satu atau dua sendok makan secara rutin, dapat mencegah dan mengobati batuk. Konsumsi sari pati ini dengan campuran gula atau madu, agar rasanya tidak terlalu asam.

Wedang jahe dapat mengatasi bumil mengalami flu. Minumlah wedang jahe ini, terutama pada malam hari atau saat kondisi suhu lingkungan dingin. Jahe selain memiliki zat pertahanan tubuh, juga dapat menghangat tubuh. Masih banyak obat alami lain yang bisa mengobati gejala batuk untuk ibu hamil.

Obat Batuk untuk Ibu Hamil Berdasarkan Resep Dokter

Ketika gejala batuk tidak kunjung sembuh setelah mengikuti pengobatan selain obat farmasi. Maka ibu hamil dapat memilih pengobatan konvensional, agar dapat cepat sembuh. Gejala batuk yang terjadi akibat infeksi saluran napas atas maupun bawah, dapat menggagu kesehatan janin dalam kandungan.

Proses infeksi sendiri meningkatkan resiko rahim mengalami kontraksi. Ketika kontraksi terjadi pada usia kandungan yang masih muda, sehingga sangat rentan terjadi keguguran. Selain itu infeksi tanpa pengobatan yang tepat dapat membuat ibu hamil mengalami syok septik.

Kenalilah jika batuk tidak kunjung sembuh dalam dua sampai tiga hari setelah mengobati dengan cara alami, sebaiknya lakukan konsultasi dengan dokter. Selain mendapatkan resep yang tepat untuk gejala batu dan infeksi, ibu hamil juga dapat konsultasi terhadap perkembang janin.

Jangan pernah beli obat tanpa resep dari dokter yang ibu hamil konsumsi. Pengobatan ibu hamil sangat rumit karena efek samping setiap obat memiliki pengaruh pada janin. sehingga badan pengawas distribusi makanan dan obat-obatan atau FDA memiliki kelompok jenis-jenis obat yang boleh dan tidak boleh ibu konsumsi.

Dalam pengobatan konvesional untuk mengatasi gejala batuk terdapat beberapa jenis obat yang dapat ibu pilih. Biasanya menggunakan golongan antitusif seperti Dextromethrophan, obat ini sering digunakan dalam pengobatan batuk. Selian itu juga terdapat Guainfenesin, CTM, Paracetamol, Difenhidramin, serta Acetaminofen untuk mengatasi nyeri dan deman.

Mencegah lebih baik dari pada mengobati, pencegahan penularan batuk untuk ibu hamil dapat melakukan berbagai cara. Seperti menjaga tubuh dalam keadaan sehat dengan cara olah raga, konsumsi buah sayur, rutin minum susu segar, rutin makan daging, dan hindari makanan ringan.

Selain itu, ibu hamil selalu mencuci tangan dan gunakan masker ketika berada dalam kerumunan. Jauhi penderita yang mengalami flu atau batuk. Sebaiknya kunjungan pusat persalinan hanya sesuai dengan kebutuhan kontrol kehamilan dan pengobatan sakit.

Tinggalkan Balasan