Makanan Bayi 6 Bulan Pertama Kehidupan

makanan bayi untuk 6 bulan

Samagz.com, masa penyapihan harus memperkenalkan makanan padat dalam makanan bayi 6 bulan pertama. Menyajikan makanan harus dalam proses pematangan sempurna dengan suhu yang tidak melebihi supaya zat gizi terkandung tidak hilang atau kurang. Pada usia 6 bulan merupakan waktu yang tepat untuk memperkenalkan makanan padat baik pada bayi dengan ASI ekslusif, susu formula maupun kombinasi keduanya.

Selain penambahan makanan pendamping air susu ibu (MPASI), bayi wajib melanjutkan ASI atau susu formula. Pemilihan waktu ideal penyapihan bagi bayi memiliki beragam pendapat, ada yang mengatakan dapat melakukan pada usia 4 bulan atau 6 bulan. Perlu ibu ketahui bawah usia 4 bulan dengan pemberian bahan makanan mengandung zat gluten menjadi dapat meningkatkan resiko perkembangan penyakit celiac (penyakit autoimun akibat konsumsi celiac) dan diabetes tipe I.

Penyakit celiac mengakibatkan sistem kekebalan tubuh akan mengalami reaksi ketika mengonsumsi senyawa gluten. Reaksi yang timbul dapat merusak lapisan usus halus, sehingga mengakibatkan gagal menyerap nutrisi (malabsorpsi). Akibatnya penderita mengalami gejala lemas, berat badan menurun, anemia, anemia, serta status gizi menurun. Senyawa gluten sendiri terdapat pada gandum dan olahannya, sereal, serta jali.

Pada usia 6 bulan bayi kebutuhan nutrisi semakin meningkat sedangkan nutrisi terkandung dalam ASI dan susu formula tidak mencukupi sehingga bayi membutuhkan butuhkan mpasi sebagai solusi. Salah satu alasan penyapihan pada usia ini ialah karena bayi sudah dapat menegakan kepala, belajar duduk serta anak sudah memasukan barang ke dalam mulut.

Kebutuhan Nutrisi untuk Bayi 4 bulan sampai 1 tahun

Kebutuhan nutrisi oleh bayi atau diet yang mana terdiri dari makronutrien (protein, lemak, karbohidrat, dan alkohol) dan mikronutrien (vitamin, mineral, dan zat mikro). Makronutrien sendiri berperan sebagai sumber energi utama pada tubuh serta memberikan zat gizi esensial seperti asam amino. Sedangkan mikronutrien merupakan zat yang tidak dapat memproduksi sendiri oleh tubuh.

Makronutrien

Rekomendasi asupan protein dalam satuan gram perhari pada bayi ialah sebagai berikut. Bayi berusia 4-6 bulan dengan berat 7,7 kg membutuhkan 12,7 gram perhari, bayi usia 7-9 bulan berat badan 8,8 kg membutuhkan 13,7 gram perhari, dan bayi usia 10-12 bulan dengan berat badan 9,7 kg membutuhkan 14,9 gram perhari. Protein terkandung dalam susu atau produk susu, daging atau olahannya, telur, roti, serta sereal.

Karbohidrat berkontribusi memberikan sebesar 85% sumber energi utama bagi tubuh. Karbohidrat terdapat hampir semua jenis makanan seperti buah, sayur, seral, roti, nasi, ASI, susu, serta bubur. Namun ibu perlu ketahui bahwa kebutuhan karbohidrat selain ASI atau susu formula hanya sebesar 60 gram perhari atau 11% energi harian.

Kebutuhan lemak dan alkohol bagi tubuh bayi mengikuti dari sumber makanan yang tersaji. Karena lemak dan alkohol tidak terlalu besar kebutuhannya dari pada protein dan karbohidrat. Sumber lemak dan alkohol yang terdapat pada makanan pokok bayi dan makanan pendamping sudah cukup tanpa harus memberi tambahan lain.

Mikronutrien

Mikronutrien merupakan sumber nutri bersifat kecil dengan jumlah kebutuhan yang sedikit. Peran dari mikronutrien sangat penting karena dapat mengatur keseimbangan tubuh, menjaga kesehatan, dan faktor penting dalam pemacu tumbuh kembang bayi. Mikronutrien terdiri dari vitamin, mineral, serta senyawa kecil.

Kandungan vitamain berada dalam bahan makanan sayuran maupun buah-buahan. Sumber makanan ini sangat baik untuk bayi selain kandungan nya yang melimpah serta bayi dapat mengenal segala rasa dan aroma dari buah atau sayuran. Perlu mengingat ketika pmemberi sayur harus dalam keadaan telah matang dan halus, karena jika tidak bayi sulit mengunyah dan mencegah resiko bayi chocking (tersedak).

Bayi membutuhkan beragam vitamin untuk membantu dia dalam masa pertumbuhan dan perkembangan. Macam-macam vitamin tersebut seperti Vitamin, A, D, E, K, varian Vitamin B, dan Vitamin C. Fungsi setiap vitamin berbeda-beda, misalnya seperti vitamin A berfungsi untuk kesehatan mata, Vitamin D untuk pertumbuhan tulang, Vitamin C untuk kekebalan tubuh dan fungsi baik vitami lainnya.

Kebutuhan mineral dan senyawa kecil lain hanya sedikit bagi tubuh. Fungsi bebagai mineral dan zat ini beberapa telah terbukti memiliki fungsi nyata namun beberap bagian lain masih dalam tahap penelitian, namun keberadaan mineral dan saat ini sangat penting bagi tubuh. Asupan perhari mineral dan zat tambahan harus memperhatikan karena sangat mudah terjadi keracunan pada pemberian secara berlebihan. kebutuhan mineral bagi bayi ialah kalsium, fosfor, besi, zink, kuprum, iodin, selenium, magnesium, mangan, molibdenum, kroimum, serta fluorin.

Makanan yang Diperkenalkan untuk Bayi 6 Bulan

Tujuan memperkenalkan makanan tambahan ialah perkenalan makanan pada bayi secara bertahap terhadap beragam jenis makanan, mengenalkan rasa, tekstur sehingga pada usia 1 tahun bayi sudah dapat menu makanan keluarga.

Penyapihan pada usia 4 bulan dapat ibu berikan jenis makanan secara bertahap seperti bubur halus, kentang halus, sayur atau buah-buahan. Sedangkan bila usia bayi menginjak 6 bulan sudah dapat memperkenalkan dengan berbagai jenis makanan. Dapat memberikan porsi makanĀ  2-3 kali dalam sehari.

Cara pemberian makanan tambahan berbagai bentuk seperti bubur halus, halusan tangan, atau potongan kecil-kecil. Cara pemberian dapat dengan bantuan menyuapi secara langsung atau bayi secara mandiri mengambil makanan yang tersajikan kemudian memasukan dalam mulutnya. Jangan khawatir bayi pada usia ini sudah dapat memasukan benda secara langsung dalam mulut.

Panduan Masa Penyapihan

Pada bagian ini menjelaskan secara ringkas bagaimana seorang ibu dapat melakukan program penyapihan pada bayi secara bertahap dan mandiri.

Program Makanan Bayi untuk Umur 6 Bulan

Melanjutkan ASI sebagai makanan pokok sampai usia 24 bulan atau susu formula. Makanan terbuat dari bahan dasar susu hanya boleh dalam bentuk jenis yogurt atau custard secukupnya. Pemberian sayur dan buah harus matang menggunakan api kecil dan pure halus. Berselang seminggu kemudian bayi juga dapat memberikan daging ruminansia, kacang-kacangan, ikan, daging unggas, dan telur yang telah matang dan halus.

Makanan tinggi karbohidrat seperti kentang halus tangan, sereal, bubur nasi secukupnya. Pemberian setiap makanan jangan menambah penyedap rasa, gula, madu, dan pemanis buatan lainya. Dapat memberikan vitamin tambahan bila bayi telah minum ASI lebih dari 6 bulan dan bayi minum susu formula kurang dari 0,57 liter perhari. Perlu ibu ingat setiap makanan pada usia 6 bulan harus dalam keadaan matang dan pure halus. Jangan pernah tambahin penyedap rasa, garam atau makan asin karena dapat merusak ginjal bayi.

Begitulah ulasan tentang makanan bayi 6 bulan pertama. Terdapat kebutuhan nutrisi selama proses bayi tumbuh kembang. Serta juga terdapat ulasan tentang bahaya gluten bagi bayi dan waktu yang tepat dalam program penyapihan. Semoga informasi ini bermanfaat.

Tinggalkan Balasan