Ibu Hamil Serta Informasi Lengkap Tentang Kehamilan

ibu hamil

Kehamilan terjadi akibat terdapatnya sperma, sel telur, pembuahan (konsepsi), dan implantasi hasil konsepsi. Demi mencapai tujuan tersebut, maka pasangan harus menjaga kesehatan serta kesuburan yang baik. Selanjutnya ibu hamil dapat menjaga kandungan sampai usia kurang lebih 37 minggu.

Terdapat beberapa penyakit yang perlu diwaspadai ibu hamil baik terjadi akibat pengaruh janin atau faktor lain. Kedua hal ini dapat mempengerahi kesehatan kandungan, serta perkembangan janin. Gangguan hipertensi pada ibu hamil sering merupakan salah satu contoh yang sering terjadi selama kehamilan.

Supaya menjaga kandungan tetap sehat, maka bumil harus menjaga pola makanan buat ibu hamil. Sumber makanan serta kandungan gizi harus terpenuhi bagi ibu hamil dan janin. Selain itu juga bumil harus menghindari jenis larangan makanan ibu hamil muda.

Pengaruh minuman ibu hamil seperti jus buah dan susu selama kehamilan dapat mencukupi gizi yang dibutuhkan. Terdapat berbagai jenis buah yang kaya akan vitamin demi menunjang pertumbuhan janin. Konsumsi susu ibu hamil yang paling bagus dapat mencukupi kebutuhan energi, protein, dan mineral selama kehamilan.

Dalam proses mengandung perhatikan obat untuk ibu hamil trimester 1 2 dan 3 yang dikonsumsi. Karena sebagian besar obat dapat memberikan efek pada kesehatan ibu, kandungan, dan bayi. Hindari obat atau zat kimia yang terbukti memiliki efek kerusakan janin (teratogenik).

Oleh karena itu, ibu hamil harus memiliki informasi lengkap tentang kehamilan. Yang mana dapat berguna untuk mencapai proses kehamilan yang aman dan bayi yang sehat.

Penyakit yang Perlu Diwaspadai Ibu Hamil

Selama kehamilan penyakit yang perlu diwaspadai ibu hamil ialah seperti anemi, hipertensi, diabetes, perdarahan, serta ketuban pecah dini. Selain itu penyakit infeksi juga sangat berbahaya bagi ibu hamil dan janin seperti infeksi saluran kencing (ISK), hepatitis B, HIV, dan infeksi lainnya.

Adapun diabetes dan hipertensi pada ibu hamil dapat terjadi akibat pengaruh jani atau riwayat penyakit sebelumnya. Sedangkan keluhan perdarahan pada ibu hamil terjadi akibat faktor genetik, kelainan organ kandungan, infeksi, hematologi, serta lingkungan luar.

Kemudian anemi pada ibu hamil merupakan salah satu gangguan hematologi yang paling sering terjadi. Gejala anemi dapat membuat janin atau bayi dalam kandungan menjadi terhmbat berkembang.

Pada penyakit infeksi sebagian besar dapat ibu hamil tangani dengan obat-obatan dari dokter. Melakukan pencegahan dengan vaksin dapat terhindar dari efek buruk penyakit infeksi. Bagi ibu hamil dengan HIV dapat mencegah penularan ke bayi serta menjaga kandungan, dengan cara sering kontrol dan menjaga tubuh selalu dalam sehat.

Jadi berikut ini terdapat beberapa gangguan atau penyakit yang perlu diwaspadai ibu hamil. Seperti gangguan anemia, hipertensi, diabetes, infeksi, HIV, hepatitis B, perdarahan, serta ketuban pecah dini (KPD).

Anemi pada ibu hamil

Gangguan hematologi anemi pada ibu hamil sangat sering terjadi. Karena dalam masa kehamilan kebutuhan sel darah merah sangat banyak. Yang mana fungsinya membawa oksigen serta nutrisi bagi ibu dan janin.

Anemia adalah gangguan sel darah dalam tubuh yang tidak mejalankan fungsinya secara baik, yang terbukti dengan penurunan kadar hemoglobin (<11 g/dl). Adapun derajat anemi pada ibu hamil dapat terbagi menjadi ringan, sedang, dan berat.

Beberapa gejala yang sering timbul akibat anemi ialah lemas, pusing, cepat lelah, jantung berdebar, denyut nadi meningkat dan sering mengantuk. Selain itu tanda anemi pada ibu hamil juga terdapat pada kelopak mata pucat, lidah licin serta pucat, kuku sendok, serta wajah tampak pucat.

Keadaan anemi yang berlangsung lama tidak mendapatkan pertolongan yang baik akan mengancam kematian janin dan ibu. Pentingnya deteksi dini anemi dengan cara memeriksa hemoglobin (HB) secara berkala dapat terhindar dari ancaman tersebut.

Sebagian besar anemi pada ibu hamil merupakan jenis anemia defisiensi besi (ADB) dan anemi megaloblastik (defisiensi vitamin B12 atau asam folat).

HB Normal pada Ibu Hamil

Selama kehamilan sebaiknya Hb normal pada ibu hamil yaitu lebih dari 11 g/dl. Namun akibat penurunan hb yang ringan, banyak sekali ibu hamil tidak menimbulkan gejala anemi. Walaupun tanpa ada gejala, keadaan anemi ini secara perlahan dapat menimbulkan gangguan pertumbuhan janin.

Dalam keadaan ibu hamil muda sering terjadi keguguran atau abortus akibat gangguan anemi. Untuk mencegah hal tersebut terjadi, sebaiknya lakukan program kehamilan dengan memperhatikan status gizi yang baik serta Hb dalam darah yang normal.

Pada derajat anemi terbagi berdasarkan dari hasil laboratorium terhadap kadar hemoglobin. Adapun kategori anemi ringan jika Hb 8 – 10 g/dl, sedang Hb 6 – 7,9 g/dl, dan berat Hb kurang dari 6 g/dl.

Oleh karena itu, supaya tercapai hb normal pada ibu hamil maka selalu mengonsumsi makanan penambah darah serta suplemen tambahan. Saat ini pemerintah telah memfasilitasi obat penambah darah secara gratis apabila menggunakan kartu BPJS kesehatan.

Cara Menaikkan HB pada Ibu Hamil

Apabila ibu mengalami gejala anemi, maka sebaiknya lakukan cara menaikkan hb pada ibu hamil. Adapun caranya ialah dengan mengonsumsi banyak daging, sayuran, dan suplemen penambah darah. Selain itu pastikan juga proses penyerapan nutrisi yang baik.

Kandungan zat besi dalam daging sangat tinggi dan mudah bagi tubuh untuk mencerna. Hal ini berbeda dengan zat besi dalam sayuran, hanya dalam jumlah sedikit yang dapat tubuh serap. Sehingga sangat wajib bagi ibu hamil untuk selalu mengonsumsi sumber pangan hewani.

Selain itu cara menaikkan hb pada ibu hamil yaitu dengan rutin konsumsi vitamin C. Yang mana vitamin ini merupakan salah satu pemacu jumlah penyerapan nutrisi yang tinggi. Sehingga nutrisi dalam makanan yang telah ibu hamil konsumsi dapat terserap dengan baik oleh saluran pencernaan.

Kemudian ibu hamil harus waspada terhadap infeksi cacing, makanan mengandung kafein, serta gangguan pencernaan. Karena faktor tersebut dapat mengurangi dan mencegah nutrisi terserap oleh tubuh. Sehingga bumil perlu melakukan cara menaikkan hb pada ibu hamil secara bersamaan.

Obat Penambah Darah untuk Ibu Hamil

Anemi pada ibu hamil kehamilan kerap kali terjadi. Untuk menanggulangi masalah tersebut, maka memerlukan obat penambah darah untuk ibu hamil yang bagus. Adapun obat yang bumil gunakan harus berdasarkan penyebab anemi.

Jika anemi kekurangan besi (ADB) makan obat penambah darah untuk ibu hamil gunakan ialah preparat zat besi (Fe). Tablet zat besi telah terjual bebas di apotik dengan harga relatif terjangkau. Yang mana ibu hamil dapat membeli tablet zat besi oral dengan sediaan Fe fumarat, Fe glukonat, atau Fe sulfat.

Selain itu pada anemi megaloblastik, maka penanganan nya dengan pemberian vitamin B12 atau asam folat. Asam folat dan vitamin B12 sendiri dapat ibu hamil terjual bebas di apotik.

Kemudian pada saat ini pemerintah memiliki program obat penambah darah untuk ibu hamil secara gratis. Bumil dapat memiliki obat ini jika saat melakukan kontrol kehamilan di pusat pelayanan kesehatan dengan kartu BPJS.

Hipertensi pada ibu hamil

Hipertensi pada ibu hamil ialah peningkatan tekanan darah ≥ 140/90 mmHg selama kehamilan sampai setelah persalinan. Pegukuran tekanan darah ibu hamil lakukan sebanyak 2 kali dengan jarak waktu sekitar 4 jam. Terdapat beberapa gejala hipertensi yang sering timbul seperti pusing, pembengkakan (edema), kejang, serta jantung berdebar-debar.

Adapun peningkatan tekanan darah dalam kehamilan dapat terbagi menjadi hipertensi kronik, preeklampsia, eklampsia, hipertensi kronik dengan superimposed preeklampsia, dan hipertensi gestasional. Pembagian ini berdasarkan kelangsungan gejala dan temuan dari hasil laboratorium (proteinuria).

Masalah hipertensi pada ibu hamil merupakan salah satu faktor angka kesakitan (morbiditas) dan kematian (mortalitas) di Indonesia. Mendapatkan penanganan hipertensi pada ibu hamil yang tepat dapat mengurangi resiko tersebut. Adapun caranya ialah rutin kontrol kehamilan serta mengikuti intruksi yang benar dari dokter.

Tinggalkan Balasan