Anemia pada Ibu Hamil: Informasi Lengkap Bagi Bumil

Anemia pada Ibu hamil

Anemia pada ibu hamil merupakan salah satu permasalahan dalam kesehatan masyarakat terutama bagi negara berkembang seperti Indonesia. Ibu hamil yang mengalami anemia selama kehamilan dapat membahayakan keselamatan janin. Salah satu organisasi kesehatan dunia (WHO) menyatakan kriteria utama anemia ialah kadar Hb <11 g/dl.

Hampir setengah dari jumlah ibu hamil mengalami anemia selama kehamilan. Hal ini terjadi karena akibat kurang pengetahuan ibu hamil terhadap anemia. Selain itu pengaruh ekonomi dan budaya juga menjadi penyebabnya. Kejadian anemia pada ibu hamil lebih besar beresiko pada kelompok vegetarian.

Penganut vegetarian hanya memiliki sumber zat besi dari nabati, namun kualitasnya jauh kurang dari pada zat besi hewani. Adapun Kelebihan zat besi heme pada hewani memiliki jumlah yang tinggi dan tidak berpengaruh terhadap faktor pengahambat penyerapan zat besi.

Kenali Jenis Anemia pada Ibu Hamil

Secara umum kejadian anemia pada ibu hamil terjadi akibat karena kurangnya asupan nutrisi dari luar. Sedangkan penggunaan nutrisi oleh tubuh sangat tinggi sepanjang masa kehamilan berlangsung.

Terdapat tiga jenis anemia yang terjadi pada ibu hamil, yaitu anemia defisiensi besi (ADB), anemia defisiensi folat, dan anemia akibat perdarahan akut.

Anemia Defisiensi Besi

Ibu hamil sangat rentan terjadi anemia defisiensi besi. Jenis anemia ini sangat sering terjadi selama kehamilan. Penyebabnya ialah tubuh kekurangan zat besi untuk pembuatan hemoglobin sehingga terganggu produksi sel darah merah.
Fungsi hemoglobin bagi tubuh ialah dapat mengangkut oksigen dari paru-paru dan mendistribusikan ke seluruh jaringan atau sel. Selanjutnya membawa karbon dioksida keluar dari tubuh. Kedua proses ini berjalan secara berdampingan dan simultan.

Anemia Megaloblastik

Anemia megaloblastik yang terjadi pada ibu hamil selalu berhubungan erat dengan defisiensi asam folat atau bitamin B12. Penyebab dasar kekurangan kedua vitamin ialah ialah pola diet tidak sehat dan kualitas gizi dalam makanan rendah. Adapun asam folat dan vitamin B12 banyak terdapat pada sayuran hijau dan biji-bijian.

Asam folat dan vitamin B12 merupakan bahan pokok dalam pembentukan inti sel darah merah. Bila kekurangan vitamin dalam tubuh, maka DNA yang terbentuk pada sel juga tidak sempurna. Sehingga terbentuk sel yang berukuran besar atau sel megaloblast.

Bagi tubuh sel megaloblast tidak berfungsi secara normal, sehingga harus dihancurkan. Proses ini berlangsung terus menerus, sehingga tubuh mengalami anemia atau kekurangan darah.

Adapun fungsi vitamin B12 bagi janin ialah pada proses pembentuk serabut myelin saraf. Sehingga bila terjadi kekurangan dalam tubuh, dapat meningkatkan resiko terjadi cacat lahir seperti spina befida.

Anemia Akibat Perdarahan Akut

Kehilangan darah akibat perdarahan juga dapat terjadi selama kehamilan dan melahirkan. Jeni perdarahan akut yang sering pada ibu hamil ialah akibat keguguran (abortus), kehamilan luar rahim (KET), serta hamil anggur (Mola Hidatidosa).

Adapun perdarahan akut yang sangat berbahaya yaitu perdarahan setelah melahirkan (postpartum). Kehilangan darah secara berlebihan selama proses kelahiran, sehingaga terjadi anemia. Pada perdarahan yang tidak tertangani dengan baik, dapat membuat bumil mengalami koma atau syok hipovolemik.

Penanganan yang tepat saat perdarahan akut ialah menghentikan perdarahan secara tepat. Kemudian melihat kondisi satus fisik ibu dan kandungan hemoglobin dalam darah. Bila terjadi anemia berat dengan status fisik buruk, mengganti darah hilang dengan cara tranfusi darah menjadi solusinya.

Gejala Anemia Selama Kehamilan

Gejala anemia selama kehamilan sangat nyata dan terasa langsung oleh tubuh ibu hamil. Pada anemia ringan mungkin beberapa gejala belum timbul, namun kadar hemoglobin dalam tubuh semakin turun. Mengenal sejak dini tanda anemia, berpeluang besar ibu hamil terhindar dari anemia.

Ibu hamil selama kehamilan sebaiknya rutin melakukan pengecekan kadar hemoglobin, serum asam folat dan vitamin B12 dalam darah. Ketiga jenis nutrisi ini penting bagi pembentukan sel darah. Sehingga juga dapat menimbukan anemia bila terjadi defisiensi dalam tubuh.

Gejala umum anemia defisiensi besi ialah:
  • Tubuh merasakan 5L mudah lelah, lemas, letih, lesu, serta lunglai
  • Kulit tampak pucat
  • Denyut jantung semakin meningkat (palpitasi dan takikardi)
  • Terkadang juga dapat ibu hamil rasakan sulit bernapas atau sesak napas
  • Sulit melakukan konsentrasi dan sakit kepala
  • Tampak pucat pada kelopak mata
  • Lidah tampak pucat dan papil lidah menghilang
  • Stomatitis angularis (peradangan area bibir atau mulut)
  • Glossitis (peradangan pada lidah)
  • Koilonikia (Kuku sendok)
Gejala umum anemia megaloblastik (defisiensi asam folat atau vitamin B12) ialah:
  • Anemia berlangsung secara perlahan namun berta
  • Dapat juga terjadi ikterus ringan (mata berwarna kuning)
  • Glossitis dengan warna lidah merah seperti daging
  • Terjadi gangguan neuritis perifer (mati rasa dan rasa terbakar pada jari). Yang mana merupakan gejala khusus anemia defisiensi vitamin B12

Serta dua kelompok gejala ini dapat membagikan jenis anemia. Sedangkan anemia yang terjadi akibat perdarahan akut, kurang lebih sama dengan anemia defisiensi besi.

Kelompok Ibu Hamil Beresiko Terjadi Anemia

Secara tidak langsung terdapat beberapa kelompok ibu hamil yang beresiko menderita anemia. Namun tidak semua ibu hamil termasuk dalam kelompok bila nutrisi dan program hamil sesuai dengan anjuran dokter. Adapun kelompok tersebut ialah:

  • Memiliki jarak kehamilan yang berdekatan atau kurang dari 2 tahun
  • Memiliki janin dalam kandungan lebih dari satu
  • Gejala awal hamil secara berlebihan seperti mual dan muntah
  • Menderita anemia sebelum kehamilan
  • Terinfeksi cacing dan malaria sebelum dan dalam masa kehamilan
  • Tidak mengonsumsi preparat zat besi dan asam folat selama hamil
  • Sedang mengalami penyakit kronik atau perdarahan

Walaupun tidak semua kelompok ini akan pasti mengalami anemia. Namun terdapat peningkatan faktor resiko terjadi anemia dari pada kelompok ibu hamil sehat atau normal. Perencanaan yang matang dengan dokter sebelum program hamil dapat terhindar dari anemi pada ibu hamil.

Dampak Buruk Anemia pada Kehamilan

Anemia pada kehamilan memiliki dampak buruk bagi kesehatan ibu hamil dan janin dalam kandung. Terdapat beberapa gangguan kesehatan fisik bagi ibu hamil yang menderita anemia. Hal ini seperti gangguan aktivitas sehari-hari, mengalami penurunan kekebalan tubuh, gangguan jantung dan kematian.

Beberapa pakar menyatakan, telah banyak kematian ibu hamil yang berhubungan erat dengan kejadian anemia. Kondisi ini sering terjadi pada negara-negara yang sedang berkembang, salah satunya Indonesia.

Sedangkan itu terdapat juga dampak buruk bagi janin akibat ibu hamil menderita anemia. Dampak tersebut seperti bayi lahir prematur, bayi kecil tidak sesuai dengan usia kehamilan, gangguan pertumbuhan janin, keguguran, berat badan lahir rendah serta kematian. Kejadian asfiksia bayi baru lahir juga meningkat seiring dengan kejadian anemia ibu hamil.

Cara Mengatasi Anemia pada Ibu Hamil

Beda jenis anemia, maka beda pula cara mengatasinya. Berikut ini terdapat cara mengatasi anemia sesuai dengan jenis anemia pada ibu hamil:

Cara Mengatasi Anemia Defisiensi Besi

Adapun cara mengatasi anemia defisiensi besi ialah mengkonsumsi makanan tinggi zat besi dan minum preparat besi. Sebaiknya ibu hamil rutin konsumsi bahan makanan dari daging, karena kualitas kandungan zat besi sangat bagus. Selama hamil pola diet yang baik ialah dengan mengikuti kaidah 4 sehat 5 sempurna.

Rekomendasi diet seimbang ini dapat ibu lengkapi dengan jumlah makanan yang lebih banyak dari pada sebelum hamil. Kenaikan berat badan selama masa hamil merupakan hal yang wajar. Namun jangan sampai mengalami obesitas atau kelebihan berat badan.

Cara Mengatasi Anemia Akibat Perdarahan Akut

Adapun cara mengatasi anemia akibat perdarahan akut ialah dengan menghentikan sumber perdarahan. Kemudian nilai lihat kondisi fisik ibu hamil dan nilai kandungan Hb dalam darah.

Jika terlihat kondisi fisik memburuk, jumlah Hb darah semakin turun, termasuk kategori anemia berat maka solusi terbaik ialah pemberian tranfusi darah. Langkah ini harus tim medis dan pusat pelayanan kesehatan yang dapat melakukanya.

Cara Mengatasi Anemia Megaloblastik Akibat Def Asam Folat atau Vitamin B12

Sedangkan anemia megaloblastik terjadi akibat kondisi defisiensi asam folat atau vitamin B12. Cara mengatasinya ialah dengan konsumsi rutin preparat vitamin asam folat atau vitamin B12 sesuai dosis anjuran dokter.

Kejadian anemia defisiensi B12 sangat jarang terjadi di Indonesia. Namun, berbeda dengan anemia megaloblastik akibat kekurangan asam folat. Yang mana hampir rata-rata ibu hamil di Indonesia mengalami kondisi tersebut.

Sejauh ini terdapat program pencegahan anemia pada ibu hamil yaitu dengan pemberian tablet tambah darah. Tablet ini mengandung zat besi dan asam folat, sehingga ibu hamil terhindar dari kedua jenis anemia tersebut.

Faktor Penghambat dan Pemacu Penyerapan Anemia pada Kehamilan

Karena pengaruh hormon estrogen ang tinggi selama kehamilan, maka ibu hamil juga meningkat perilaku makannya. Tidak jarang ibu hamil mengonsumsi makanan yang tidak memiliki nutrisi baik bagi janin.

Selain itu juga terdapat kesalahan makan atau minum sehingga membuat nutrisi dalam makanan tidak terserap dengan baik. Berikut ini terdapat faktor pemacu dan penghambat penyerapan nutrisi bagi ibu hamil:

Vitamin C Bagi Ibu Hamil

Vitamin C memiliki fungsi yang sangat baik bagi tubuh. Terutama yaitu meningkatkan jumlah penyerapan nutrisi dalam proses pencernaan. Faktor vitamin C juga berpengaruh terhadap tingkat jumlah daya serap zat besi dalam sistem pencernaan.

Beberapa pakar menyatakan, konsumsi tablet tambah darah untuk ibu hamil sebaiknya bersamaan dengan konsumsi jus buah. Hal ini berguna agar zat besi terserap semua.

Walaupun terlihat sepele, namun fungsi vitamin C selama kehamilan dapat menurunkan resiko bayi kecil dan prematuritas. Oleh karena itu rutin minum jus buah yang mengandung vitamin C sangat rekomendasi agar ibu dan janin selalu sehat.

Hindari Konsumsi Kafein

Adapun kafein terdapat dalam produk teh, kopi, maupun cokelat. Namun terdapat fungsi yang kurang baik bagi tubuh, yang mana sebagai faktor penghambat nutrisi.
Tips bagi ibu hamil, agar tidak mengonsumsi kafein minimal dua jam sebelum makan atau minum obat. Begitu juga saat mengonsumsi tablet tambah darah, wajib bagi ibu hamil untuk tidak minum bersamaan dengan teh, kopi, atau cokelat.

Nah untuk mencegah anemia pada ibu hamil, sebaiknya sebelum program hamil telah berkonsultasi dengan dokter atau bidan. Selain itu pelajarilah tentang kesehatan ibu hamil dan janin dalam kandungan. Perhatikan juga pada faktor yang mempengaruhi pertumbuhan janin, serta pencegahannya.

Tinggalkan Balasan